Monday, August 10, 2009

Pengaruh

Pengaruh, sebuah hal yang melekat pada hidup. Entah mempengaruhi, dipengaruhi, berpengaruh maupun terpengaruh. Mempengaruhi; membuat sesuatu, atau orang lain, lingkungan, maupun keadaan menjadi terbawa oleh pengaruh yang kita sampaikan. Dipengaruhi; sebaliknya, kita dibuat oleh pengaruh yang menjadikan kita sesuatu yang lain sesuai pengaruh itu. Berpengaruh; kita bisa menjadi pengaruh, sebaliknya terpengaruh; kita menjadi objek dari pengaruh.

Di luar dari apa yang ada di kepala saya mengenai pengaruh, saya sadar bahwa betapa banyaknya pengaruh yang sudah mempengaruhi hidup kita. Pengaruh itu sangat luar biasa. Membentuk, menciptakan bahkan bisa menguasai seluruh hidup kita.

Pengaruh buruk maupun baik, semua sama-sama bisa membentuk bahkan merubah.

Saya jadi teringat, mungkin ketika kecil, saya sangat dipengaruhi kata-kata orang tua, sikap orang tua, kebiasaan dan cara mendidik mereka terhadap saya. Kemudian ketika remaja, mulai terpengaruh dengan gaya hidup ABG pada masa itu. Mulai photo box, mulai suka hang out, mulai mencari jati diri. Dan ketika beranjak dewasa, sampai saat ini, masih begitu banyak pengaruh yang ada di sekitar saya. Banyak orang mempengaruhi saya, keluarga, teman-teman, apa yang saya lihat, saya dengar, saya rasakan. Pengaruh gaya hidup yang terkadang membingungkan untuk dituruti, bahkan pengaruh pemikiran yang membuat cara pandang akan banyak hal menjadi berbeda. 

Dari masa ke masa, seiring berjalannya waktu, zaman yang terus berubah, pengaruh pun berubah. Entah pengaruh moral, gaya hidup, maupun persepsi. Pengaruh dapat terus berubah, apa lagi yang dipengaruhi, jadi semakin berubah.

Pengaruh, ada yang disengaja maupun tidak disengaja. Ada yang baik dan buruk. Ada yang membangun dan meruntuhkan. Semua tergantung dari bagaimana kita bisa memainkan pengaruh itu sendiri. Menjadikan pengaruh-pengaruh yang melingkupi kita sebagai inspirasi untuk membangun diri dan terus belajar.

Let God leads our ways.

Kacamata gitta melihat begitu banyak pengaruh di sekitarnya.

Wednesday, July 8, 2009

Apa yang ada di pikiran gue?

Apa yang ada di pikiran gue? Banyak. Gue jadi berpikir kalo gue kebanyakan mikir. Haha. Ribet bahasanya. Terkadang gue juga suka mikir kenapa gue kebanyakan mikir. Gue suka kepikiran ini-itu dan berbagai hal yang tidak seharusnya dipikir. Yang ada malah ngeribetin diri sendiri aja kan.

Padahal, gue pikir gue termasuk salah seorang yang cuek, jadi tidak banyak mikir. Tapi ternyata tidak, hal kecil aja bisa gue pikirkan. Bahkan dianalisa terlalu dalam sehingga bisa berasa jadi sebuah hal besar. 

Banyak hal buruk yang dihasilkan akibat kebanyakan mikir ini, di antaranya :
1. lama bertindak
2. bisa menimbulkan kesalahan persepsi dari kenyataan yang ada
3. menciptakan kestressan sendiri
4. merasakan hal-hal ga enak seperti gundah gulana, capek sendiri, bingung sendiri
5. menumbuhkan uban

Yap! Memang kebanyakan mikir ini adalah kelemahan saya. Dan sangat ingin dikurangi! Sedang dalam proses. Hehehehe. Walaupun dulu sempat berkurang, tapi kembali lagi. Tapi sekarang aja udah lebih baik sih. :)

Setiap orang memang memiliki kelebihan dan kelemahan. Tinggal bagaimana membuat diri sendiri lebih baik. Mengurangi dan memperbaiki kekurangan, menggali kelebihan, menyeimbangkan keduanya.

Kacamata gitta melihat sebuah kelemahan berdampak cukup besar untuk dirinya. Belajar terus untuk menjadi lebih baik!

Sunday, June 21, 2009

BerkatNya Ada Di Mana-Mana

Wah! Senang sekali dengan kejadian hari ini. :D Riang gembira dan semangat kembali datang. Hehe..

Jadi, ceritanya hari ini adalah hari lemah letih lesu yang amat sangat. Dan gue tidur aja lamaa banget. Melampiaskan segala keletihan dengan tidur lebih. Haha. Minggu-minggu ini adalah minggu amat sangat melelahkan dengan adanya display TA di hari Sabtu kemarin. Sangat berterimakasih dengan banyak orang yang mendukung dengan segala hal. Dengan doa, semangat, dan juga bantuannya langsung saat nge-display (sangat berterimakasih, teman!cuppp). Sedangkan gue nya aja kebingungan sendiri dengan ngedisplay itu gimana. Gue stress sendiri. Bingung sendiri. Belom lagi mikirin nanti mau sidang. Tambah bingung. Stress. Dan ternyata hari ini gue mengerti, kalau gue itu selama ini TAKUT!

Yup, ketakutan lah yang bikin diri kita jadi bingung, bimbang, ga percaya diri, dan stress sendiri. Dan hal-hal itu sangat melemahkan diri dan bikin semuanya jadi buruk.

Tapi semua itu rasanya tadi terjawab dengan perkataan dari Dia yang membuat gue mengerti kembali, bahwa gue harus tenang dan percaya sama Dia.

Hari ini gue amat terkejut. Gue mendapatkan apa yang memang sedang gue butuhkan. Seolah-olah Dia datang dan bener-bener ngobrol langsung sama gue. Seolah-olah curhatan gue dijawab sama Dia. Apa yang gue bingungin dan pikirin selama ini jadi terasa lebih baik dan membuat gue bisa tenang kembali. Dia bener-bener "meredakan badai" di diri gue sendiri. 

Terimakasih Tuhan untuk semuanya. Untuk kekuatan baru, untuk kata-kata yang menenangkan melalui banyak orang. BerkatMu ada di mana-mana.

Kacamata gitta melihat berkatNya ada di mana-mana.

Saturday, May 23, 2009

Gandengan Sama Dia

Huh. Gue takut. Gue ngerasa ga berani maju, ga berani nyebrang, ga berani jalan, apalagi berlari?? Rasanya ngeri banget. Berasa ga kuat. Berasa lemah. Berasa sangat ga mampu.

Walaupun sudah harus berlari dan melangkah dengan lebih lebar, tapi rasanya berat untuk melangkah. Gue masih harus lari, lompat, nyebrangin sungai dengan batu licin, lewatin tempat-tempat gelap dan sepi. Gue jadi sangat takut. Gue bisa gila kalo sendiri. 

Gue udah liat ada papan bertuliskan arah yang gue tuju dengan tulisan di bawahnya tinggal beberapa meter lagi. Tapi gue masih harus lewatin jalan-jalan yang terjal itu. Gue jadi berhenti melangkah.

Gue terdiam.

Berharap ada pertolongan. 

Duduk di pojokan.

Menangis.

Tiba-tiba Dia datang. Mengulurkan tanganNya. Gue digandengNya!!! Berjanji untuk nemenin, bantuin, gandengin, bahkan rela gendong gue (walaupun berat) dengan seluruh dayaNya yang luar biasa. Dia meyakinkan gue bahwa gue pasti akan sampai pada tujuan. Dia menggandeng gue dengan erat,  mengajak gue berjalan bersamaNya hingga nanti di tempat tujuan.

Terimakasih Tuhan.

Kacamata gitta berkaca-kaca.

Friday, May 15, 2009

Merasa Baik, Semua Jadi Baik

Kamaren, gue ngerasa stress sendiri. Pas denger beberapa kabar, mau baik mau buruk, semuanya bikin diri sendiri stress. Aneh. Akhirnya gue memutuskan pergi, biasa, kalo kalut, lebih baik keluar rumah entah ke mana terus melihat sekitar, karena dengan melihat banyak hal refreshing buat gue hehehehehe. Gue kabur ke perpustakaan kampus (soalnya kalo perpus kan pasti ga rame). Hahahahaha.. Rajin bener yak. Abis menurut gue perpus kampus gue nyaman, jadi menenangkan juga, sekalian kalo butuh referensi buat TA bisa sekalian cari buku. Kira-kira sore menjelang malam, gue memutuskan untuk pulang dengan perasaan masih ga enak, ga tau kenapa. Di perjalanan pulang, rasanya jadi sensi banget. Ada mobil atau motor salah sedikit, rasanya jadi emosi tingkat tinggi. Udah gitu nyetir pun agak-agak aneh. Sedikit "blank". Parah. Ternyata emang rasanya capek banget pas kita lagi ngerasa ga enak. Sampe di rumah trus malah tidur. Dan itu ternyata cukup membantu.

Berbeda dengan hari kemarin, hari ini, gue merasa sangaaaatttt baik! Dan benar saja, di saat gue merasa baik, apapun yang terjadi hari ini, semuanya baik. Biarpun tadi ada hal-hal kecil ngeselin, contohnya aja di jalan, tapi rasanya baik-baik saja, ga ngomel-ngomel sendiri kayak kemaren. Hehehehehe. Terus, apa yang gue rencanakan di hari ini, semua berjalan tepat. Bahkan lebih baik dari apa yang gue rencanakan. Terimakasih Tuhan! :)

Ternyata, ketika kita memutuskan untuk merasa baik, maka semuanya pun terlihat baik. 
Thanks God! Hari ini lebih baik dari kemarin. Selalu!

Kacamata gitta melihat segalanya kembali baik. Semoga hari esok lebih baik dari hari ini.

Tuesday, May 12, 2009

Tiga Pintu Toilet

Beberapa waktu lalu, gue menunggu seorang teman yang ke toilet. Di situ dia cukup lama karena membuang sesuatu yang besar (hahahahaha). Ketika gue menunggu di situ, gue mengamati suasana toilet. Hilir-mudik, lalu-lalang orang-orang yang ke toilet, yang menunggu, bahkan yang ga sabaran nunggu terus jadinya keluar lagi deh. Hehehehe.

Ada kalanya toilet rame banget. Tapi ternyata kegiatan di toilet emang ga makan waktu cukup lama, jadinya dalam beberapa menit pun uda sepi lagi. Pas sepi antrian tapi ketiga toilet terisi, tiba-tiba datanglah seorang ibu yang membawa anaknya yang mau "pup". Mereka menunggu gak lama, lalu masuk. Kemudian masuk seorang ibu, lalu ia menunggu giliran karena 3 pintu toilet tertutup. Pas si ibu lagi nunggu, dateng seorang mba yang bawa anak mau "pup" juga. Dan si ibu tadi mempersilakan mereka masuk duluan. Jadilah tiga pintu toilet tertutup lagi dan si ibu menunggu kembali. Setelah beberapa saat, toilet kembali penuh dengan antrian. Tiga pintu masih tertutup oleh orang-orang yang sedang "pup". Hahahahaha. Gue liat ada seorang cewe yang kayaknya uda kebelet, tapi harus nunggu. Ada dua orang cewe juga yang akhirnya ga jadi. Si ibu yang kasi anak kecil duluan juga akhirnya memutuskan ga jadi. 

Gue pindah nunggu di luar karena gue liat semakin penuh tuh ruangan. Pas di luar, dalam hitungan detik, selalu ada yang keluar masuk toilet. Hebat banget ya fungsi toilet. Hahahahaha.

Melihat suasana toilet, gue jadi berpikir. Banyak orang dengan keperluan yang sama, membutuhkan sebuah fasilitas umum yang digunakan bersama-sama. Fasilitas ini terbuka untuk semua orang, boleh digunakan semau-maunya. Tapi tetep ada yang namanya usaha untuk mendapatkan itu, salah satunya adalah kesabaran dalam menunggu. 

Kesabaran dalam menunggu, di mana kita berada pada situasi membutuhkan sesuatu tetapi diharapkan untuk tetap sabar menunggu dan menjadikan hal tersebut sebagai proses belajar. Sama seperti ketika kita kebelet pipis dan semua pintu toilet tertutup. Pada situasi ga enak, tapi masih juga dituntut buat sabar dan percaya kalau satu kesempatan pasti akan terbuka.

Dan setelah bisa masuk toilet dan terbebas dari kebelet pipis, rasanya legaaaa banget. Begitu juga dengan setelah sabar dan kemudian mendapat penyelesaian dari segala rasa ga enak, rasanya legaaaaaa banget.

Kacamata gitta melihat sebuah situasi di mana ketika kita dengan sabar menjalankan sebuah proses yang bahkan sangat tidak enak, dan akan datang saatnya di mana terbuka penyelesaian dan kita terbebas dari rasa ga enak itu. Percaya, berserah, dan bersabar.

Wednesday, May 6, 2009

Happy Sweet Seventeen!

Ceritanya, tadi sore pas buka-buka laci di kamar, gue menemukan satu box yang berisi kartu-kartu ucapan ulang taun ke-17. Waa.. gue jadi senyum-senyum sendiri bacanya. Lucu-lucu isinya. Berhubung itu tulisan anak SMA yang lagi "lucu-lucu"nya. Hahahahaha.. Yang pasti, pesannya adalah semoga tambah baik, pinter, cakep, dan punya cowo. Wakakakaka... Ya ampyunnn... 

Kartu-kartu itu jadi membuka memori gue kembali pada jaman SMA deh. Dan baru sadar, kalo ternyata, udah lewat hampir 6 tahun! Wowww... Ternyata umur gue sekarang udah banyak juga yah. Hahahahaha.... 

Lucuuu kalo baca-baca tulisan yang sangat bergaya ABG itu (walaupun sekarang juga masih ABG sih hahahahaha). 

Semangat dari "happy-sweet-seventeen" bikin gue semakin ngerasa udah beranjak dewasa. Fase kehidupan yang berbeda dari jaman-jaman itu. Wah, jadi ngebayangin masa depan, jadi kepikiran nanti-nantinya gue akan teringat masa kuliah dan berasa itu lucu lagi. Dan tanpa terasa, waktu berjalan begitu cepat, tau-tau kita udah ada jauh di masa sekarang yang tanpa sadar udah melewati proses dari masa lalu itu. (amazed)

Waktu terus bergerak, hidup terus berjalan, masa lalu, yang sangat menjadi pelajaran untuk masa sekarang, dan masa depan yang menjadi tujuan dari masa sekarang, semuanya menjadi satu jalan cerita yang namanya proses kehidupan. 

Kacamata gitta tak sengaja melihat pesan-pesan lucu itu dan jadi berpikir tentang masa lalu, sekarang dan masa depan. Semangat!