Tuesday, May 4, 2010

Why should I find any problem?

I am now going crazy in finding one problem to finish my task. Fiuh. Yes, it is true that it could improve my way of thinking but now I feel like too much thinking and have nowhere to go.

Problem, in reality, it happens though we are not looking for it. We sometimes try hard to throw away them. In contrast, now I am trying hard to search for 'just' one problem. Just one problem, actually, to become a topic of the task. But, I have no idea either it is too difficult to find or in fact, my intelligence is on a low level.

Hey, I have to submit my topic by tomorrow and at this time, I have not decided anything yet.

I am sleepy now. No idea.


Kacamata gitta has no idea.

Saturday, April 3, 2010

Be Lighted On My First Holy Saturday Easter Vigil

Yep. This is my first time i attended The Holy Saturday Easter Vigil Mass in Melbourne instead of Misa Malam Paskah in Indonesia. :D And sure, it is my first blog which written in English, as an alternative to practice my writing. Haha!

Today, i sat in The Holy Saturday Easter Vigil. It was a pleasant Mass i've ever been. Firstly, i love this church named St. Scholastica's Parish, it is pretty close to my place. I have to walk for about 10 minutes and catch a tram to get in there. Still, it is a lovely church; small, simple but homey, i think everyone here even though the newcomer feels like yes, i am a part of this church and we are all family.

Be lighted. That was the opening of The Holy Saturday Mass. Before the Mass started, all the lamps were off and suddenly a light came from behind. Then, i had my taper on, and everyone did, either. This part was so delightful, especially when one of the soloist sang a song which made me lost for words. The Renewal of Baptism also made me re-think about myself as the priest said "i am one of His child". I wondered. Have i done this? Have i done that? However, God always gives His mercy upon us. His love would never ends.

A few days ago, i was thinking and felt more likely i'm missing my church. But today, i can feel that God is here, indeed, God always be here. No matter where/what your church is, even if we have none. He will always besides us.

Now, here, i've found my new place, and have to live this new life. It will be strange at first and by the time, i can get used to it and live the better life. Definitely it happens only by His grace.

"Walk in the light of The Lord. Walk in the light of The Lord". That was some words of today's Mass closing song. And it does remain on my mind, for now, yet should be until forever. :)

Kacamata gitta has just realized the light of The Lord. Thanks be to God. Alleluia.


Sunday, March 14, 2010

Langkah Awal : Mewarnai

Kira-kira udah seminggu lebih saya berada di kota baru ini. Sekarang, saatnya melangkah untuk mulai mewarnai ruang-ruang kosong yang masih belum berwarna.

Mungkin begini langkah mewarnai :

Mencari pensil warna terbaik untuk mewarnai, memilih warna-warna menarik, dimulai dengan warna-warna cerah, dipadukan dengan warna gelap yang menambah kontras keindahan. Sulit menghapus apa yang sudah diwarnai, maka dimulailah berkreasi dengan menambah paduan warna lain untuk menutup ketidakcocokkan warna, lalu menyempurnakannya. Warnai sesuka hati, tetapi masih menggunakan pikiran dan juga perasaan. Setelah lembaran yang harus diwarnai telah penuh warna, lihat dari jauh hasil karyanya. Akan ada dua kemungkinan; puas atau tidak dengan hasilnya. Tergantung dari mana memandangnya.

Lembar kosong tanpa warna; kehidupan yang harus diisi olehku.

Pensil warna dan pilihan warnanya; saranaku untuk menjalani hidup ini, segala bentuk, cara, perilaku, manusia, dsb.

Warna cerah; kehidupan manisku.

Warna gelap; kehidupan pahitku.

Mewarnai; menjalani kehidupan ini.

Berkreasi, memadupadankan; caraku membenahi masalah, memperbaiki kesalahan.

Melihat hasil dari jauh; bersyukur.

Semua ini adalah bagian kita : mewarnai lembar kosong yang kita punya.
Sulit? Kurang petunjuk? Tentu saja tanpa bertanya siapa-siapa, dan bekerja sesuka hati.

Tanyakan pada-Nya, minta petunjuk-Nya. Lakukan terbaik bagian kita, dan Dia menyempurnakannya.

Kacamata gitta memulai langkah awalnya untuk mewarnai. Langkah di atas bukan langkah sempurna, tanpa melalui Petunjuk yang tepat.

Thursday, March 11, 2010

Culture Shock?

Tertanggal 3 Maret 2010, saya meluncur ke sebuah benua asing bukan Asia. Tiba dengan selamat sentausa, menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di sebuah kota bernama Melbourne. Begitu melewati pintu bertuliskan "Exit" dari Bandara Internasional Melbourne, satu kalimat yang keluar dari mulut saya "Tes, emang sepi banget ya ni kota." :D

Berangkat bersama dua Mama dan satu sahabat, Theresa Irene. Mama-mama kami turut mengantar, tak mau anak-anaknya "terlantar".

Sekarang, sudah seminggu berada di kota baru bagi saya ini. Masih belum bisa merasakan nikmatnya. Masih merasa asing dan bingung. Belum banyak mengenal orang-orang sekitar. Rasanya muka saya masih terlihat "cengo"di sini. Masih kaget. Mungkin ini yang kata orang "culture-shock"? Mungkin.

Belum ada pengalaman menarik sampai hari ini.

Belum ada kesan menarik sampai hari ini.

Semua masih dalam PROSES belajar, melihat dan merasa. Belajar rute bus, kereta, tram, melihat dan merasakan suasana kota ini. Saya masih beradaptasi. Dan masih sulit ternyata. :(

Semua pasti akan menjadi jauh lebih baik pada akhirnya. Amin!


Kacamata gitta masih linglung.


Friday, February 12, 2010

Tawa Si Mba'

"Mba.. bukain pintu"
"Mba.. tolong ambilin air dong.."
"Mba, beresin meja.."
"Mba bikinin indomie"

Kalimat-kalimat di atas terasa begitu mudahnya keluar dari mulut gue buat minta tolong sama Mba' di rumah. Pembantu rumah tangga, salah satu kebutuhan untuk jaman sekarang. Rasanya ga bisa ngerjain apa-apa tanpa si Mba, rasanya kurang waktu, jadi ribet, jadi capek kalo ga ada si Mba.

"Duhh tidur mulu nih Mba gue"
"Berisik banget sih nih Pembantu" (mulai kasar)
"Dodol banget Mba guee!!"
"Aduhhh harusnya bukan di situ tempatnya, Mbaaa"

Kira-kira begitulah kalimat-kalimat kalo kesel sama si Mba. Begitu mudahnya keluar dari mulut kalo si Mba salah ngerjain hal yang seharusnya dia kerjakan. Mungkin pernah beberapa kali gue mengeluarkan kata-kata seperti itu. *Maafkan aku, Mba.. :)*

Hari ini, gue bisa melihat ketulusan dari senyum dan tawa Mba gue ketika dia dapet sesuatu. Sesuatu yang tidak besar. Kalau dilihat dari harganya, itu mungkin cuma Rp 35.000,00. Tapi kepuasannya melebihi satu cup Sour Sally.

Jadi ceritanya, tadi nyokap gue menyuruh gue membelikan kaos kembaran buat Mba-Mba di rumah. Nah, terbeli lah sepasang pakaian, atasan dan bawahannya dengan harga total Rp 35.000,00/pasang. Kalau kita lihat, mungkin kita bilang "ih baju mba-mba" atau apa lah. Tapi itu semua benar-benar berarti buat mereka.

Ketika gue melihat kesenangan mereka mendapatkan "hadiah" ini, gue jadi merasa sangat sangat senang bisa menyenangkan mereka. Walaupun belinya ga pake duit gue, tapi gue jadi sangat sangat merasa kalau tawa dan kesenangan mereka ga bisa dinilai dengan uang. Ketulusan mereka untuk melayani, untuk mencoba menyenangkan "majikan"nya, semuanya itu bisa terlihat dari reaksi mereka ketika menerima "hadiah" itu.

Banyak hal yang gue rasa dan pelajari dari situasi menyenangkan ini, terutama dari sifat dan sikap si Mba. Pertama, mendapatkan kesenangan yang memuaskan ga bisa dinilai dengan mata uang. Melihat tawa dan senyuman dari si Mba yang gratis ini bisa memberikan ekstra semangat dan kesenangan lebih. Kedua, pekerjaan yang dilakukan dengan tulus, walaupun banyak salah, kena omel, dsb, akan tetap jadi pekerjaan yang menyenangkan. Hal ini bisa dipelajari dari si Mba yang walaupun kadang kena omel tapi dia tetep menyelesaikan pekerjaannya. Ketiga, sikap melayani dari si Mba yang tak kunjung lelah. Dengan rutinitas pekerjaan yang mungkin kita lihat "begitu-begitu saja" tapi mereka bertahan. Ya, mungkin orang bilang nasib, karena ga sekolah, atau apa lah, tapi kerendahan hati untuk setia sama majikannya, itu yang sangat mengagumkan.

Menghargai setiap pekerjaan, menghargai segala bentuk hal, entah yang berupa materi ataupun tidak, menghargai setiap orang. Sikap menghargai, itu yang bisa gue ambil dari tawa si Mba hari ini.

Kacamata gitta senang melihat tawa si Mba.

Saturday, January 9, 2010

Papalist

What is Papalist? Hehe.. Ini adalah sebuah playlist di dalam laptop saya yang berisi lagu-lagu jadulnya bokap. :D i totally love listening to it!

Jadi, ceritanya tadi gue baru membongkar-bongkar lagi CD2nya bokap dan mengimport lagu-lagunya ke new playlist yang saya beri judul "Papalist" hahaha!

Dari sini, gue jadi kagum dengan bokap, kalau diliat dari koleksi CDnya. Pertama, dia punya lagu dari pop, love song yang mendayu-dayu, rock, metal, alternative, sampe lagu Puji Syukur. Kedua, dia sangat rapih! Menyusun CD2nya, memberi label nomor lalu mencatatnya ke sebuah notebook. *amazed*

Koleksi CD, sebagian kecil dari kehidupan bokap gue. Mungkin kadang gue ngerasa bokap gue basi banget, kurang ini kurang itu, ga kayak bapak2 lainnya, atau gimana, tapi tetep dia lah bokap gue! Dia yang selalu kasi perhatian, kasih sayang dan menjaga keluarga dengan caranya, gue mengaguminya. :)

Kacamata gitta kagum dan bersyukur akan sang papa.

Saturday, January 2, 2010

Melihat Keindahan Langit

Kemarin, di hari pertama 2010, gue mendapatkan kado spesial! Melihat jalan diselimuti langit yang begitu cerah dan indah. Semoga ini pertanda akan 2010 yang akan jadi cerah dan ceria. :D

Begitu bahagianya bisa mengawali hari (walau masih ngantuk-ngantuk) dengan melihat keindahan ciptaan Tuhan yang gue bingung gimana bikinnya. Ya iyalah yaa.. Haha! The Great Designer He is.

Kalau mau flashback ke 2009, memang rasanya agak kurang ceria, dibanding 2008 aja (kalo gue baca blog sendiri) rasanya 2009 bisa dikatakan "my mellow year". Semoga tahun 2010 menjadi "my yellow year"! Yeayy!! Semangat!

Dari memandangi keindahan langit kemarin, gue seperti diingatkan untuk kembali ceria! Kembali melihat keindahan dari segala yang ada di depan mata. Kembali menumbuhkan harapan!

Kacamata gitta melihat keindahan langit yang sangat mencerahkan hatinya!