Friday, June 3, 2011

FINAL! Time to work hard, pray harder.

Ah. Akhirnya bisa masuk ke dashboard juga. Dari kemarin mau ngeblog ga bisa2, aneh.

Oke, jadi sekarang saya mau cerita tentang my last final exam period!! Hope this is the last. Ever! I will never do such an academic thing like this again. Hahaha.. Hmm.. Ga ada bayangan sih sampe Ph.D?! Tapi... who knows ya.. Hehe..

Menghadapi final.. Antara hepi campur aduk sama mau sedih, tapi paling polnya adalah STRESS!! hahaha...

Yap. Final is now. Lagi masa-masanya berhadapan dengan e-book, artikel, microsoft word (yang membosankan) dan.. doa :)

Sekarang saya masih berkutat dengan final assignment!
Recently I'm still working on my 4500 words assignment, dan progress berjalan lambat, tapi saya percaya, akan kelar dan berakhir menyenangkan! *hopefuls*
Sibuk ngerjain tugas, tapi sempet-sempetnya saya ngeblog ya.. Hehehe.. Selingan bentar.

Akhir-akhir ini emang rutinitas jadi berantakan berhubung kepikiran yang macem-macem, sampe sempet ga bisa mikir buat kerjain tugas dan akhirnya kembali jadi deadliners!
Nah, sekarang ini lah masa-masanya meluapkan segenap kekuatan, tenaga, pikiran, ide dan usaha buat menyelesaikan dunia perkuliahan ini.
Belakangan jadi suka merasa terlampau lelah sama apa yang nempel di otak, mungkin bisa dikatakan kekhawatiran. Tapi ada obat mujarab buat hal yang satu ini. Doa.

Praying.
It totally works, helps, heals, relieves, and of course, motivates!
Magically, I feel like everything will be all right and there's no reason for me to worry about anything, whether it is tiny or huge matters hanging on my mind.
However, just by holding on His hands and believe that He will guide me to the destination where I will be finally surprised, I recognise that those all are blessings from Above.
I learned to talk to Him every time I worry. Even when I didn't ask anything, He gives everything. I just talk and share what my concerns (which sometimes I don't understand my own feeling), but simply express it to Him, by praying, and surprisingly.. I'm healed. Happiness is the outcome.
I call it magic. But in a positive angle. :)

Back to my finals. Hehe.
Yap. Pokoknya sekarang masa-masanya berusaha dan berdoa sekuat tenaga. Ini ujian akademis terakhir! Harus optimal. :) :)
So far, I still have 1 assignment and 2 more exams to go! And all is going to be finished by June 17! Yay! I'm happy. Because after this, everything is done. Hopefully I'm doing it well! So I can say 'well-done' out loud. *dancing*

Pray for me if you don't mind. :p


Kacamata gitta will work hard, pray harder. :)

Tuesday, April 26, 2011

Happy Easter!


Merayakan Paskah tanpa keluarga berasa agak sedih sebenernya. Hehe. Tapi karena Tuhan luar biasa, Dia memang selalu punya ide kreatif buat kasi sesuatu yang spesial buat kita.
Selalu.

Paskah kemarin ini, berasa full of joy, peace and grace.
Thank God, gue bisa mengalahkan kemalasan dan mengikuti semua Misa dalam serangkaian Holy Week. :)

Banyak yang Dia ingatkan ke gue.
Ini di antaranya:
"Gitt.. Jangan malas ke Gereja.."
"Gitt.. Di sekitarmu banyak yang sayang kamu.."
"Gitt.. Niat baik ga akan pernah sia-sia menghasilkan sesuatu."
"Gitt.. Shine your spirit, passion and faith in Christ everytime, everywhere.."
"Gitt.. Don't stop learning."

Pengalaman kecil ini bisa membuat gue tersenyum ketika mengingatnya. :)

Kamis Putih, dari kampus langsung ke gereja buat Misa Kamis Putih. Godaannya banyak, Misanya malem banget (jam 19.30) dan rasanya pengen pulang aja, secara jeda dari selesai group meeting sampe Misa cukup jauh. Tapi, ujung2nya jadi juga ke gereja. Ditemenin sama my partner-in-class buat nunggu. Eh di tram stop dapet temen baru (temen si partner) yang ternyata mau ke gereja juga. Yey! Ga sendiri :) Pulang gereja, ujan angin kenceng banget. Dari tram stop ke rumah jalan kira-kira 15 menit melawan hujan dan angin *bangga* padahal sebelum berangkat hampir aja males bawa payung. Untungg bawa. Itu aja pake payung tetep kebasahan. Sesampainya di rumah, 'hawa-hawa cerah' masih ada. Jadi ngobrol panjang lebar dengan satu housemate gue dari hati ke hati *cieh-elah* hahaha. Maksudnya ngobrolin tentang keluarga, aktivitas, dsb. Menyenangkan! Terus hosmet2 lainnya akhirnya ngumpul dan kami pun kutekan dan ngobrol bareng! :D Seruu!

Jumat Agung, udah sangat niat buat ke gereja sendiri. Karena berpikir.. Masa iya Jumat Agung ga ke gereja. Hehe. Cuaca ga jelas. Ujan, panas, angin, eh terus panas lagi. Tapi berhubung super niat jadi jalan deh. Eh, tiba-tiba my another partner, partner-in-crime aja kita sebutnya haha. Dia ngajak gereja bareng. Yey! Gereja ga sendirian lagiii! :)

Malam Paskah, udah mau gereja sendiri karena si partner-in-crime sibuk buat tugas. Awalnya kita berniat Misa di Katedral tapi karena terlalu jauh dan malam, akhirnya kita putuskan di gereja terdekat masing-masing. Misanya cukup malam di gereja gue, jam 19.30, nyokap udah bilang, kalo kemaleman dan sendirian mending hari Minggu pagi aja. Tapi saya keukeuh mau yang Malam Paskah. Hehe. Eh tiba-tiba jam 18.30 si partner-in-crime mengontek gue dan mau menjemput ke gereja bareng. Yippiey! Sepulang gereja kami makan malam seadanya bareng, KFC double! :)) Lalu foto-foto dengan ceria. Dan malamnya, skype dengan keluarga. Sangat senang!

Paskah, sebenernya di hari Paskah ini, gue sudah niat mengerjakan tugas. Karena memang sudah seharusnya. Tapi, si bandel my partner-in-class minta ditemenin ke gereja. Hmm.. (Karena saya baik :p) akhirnya gue temenin deh. Nemenin ke gereja ga pernah rugi. Dapet penyegaran dan juga teman baru! :) Walaupun itu mengurangi waktu membuat tugas, tapi ternyata pada akhirnya tugas pun kelar! Tugasnya memang harus dikerjakan bersama si partner, karena memang group assignment, dan kami pun mengerjakan sepulang gereja sampe jam 9 pagi di hari Senin. :D Tugas selesai dengan membahagiakan! Yeyy.

Banyak orang yang entah sengaja atau ga disengaja (atau disuruh olehNya :)), yang memberikan segenap perhatiannya dan mencerahkan hari-hari gue belakangan ini.
My life feels so nice lately. He is great!

BerkatNya.

Cuma itu yang bisa gue rasakan. Memang Dia ga pernah lupa buat mentransfer berkat-berkatNya lewat banyak hal dalam hidup, sekecil apa pun itu.
Sejelek-jeleknya, semales-malesnya, separah-parahnya cara gue menjalani hidup, Dia tetep ga pernah berhenti mengingatkan dengan caraNya yang kadang kalo dipikir... Ajaib.

He is amazing and most importantly, He loves us.



had a fun night with the girls! :D



Easter dinner :b



got this bucket of chocolate from Planetshakers as my partner-in-class invited me to come to the service. Thanks, mate! :*



Kacamata gitta says Happy Easter! Never forget that we are loved.

Saturday, April 23, 2011

She is my inspiration

My mom.

She is my inspiration.

The way she takes care of my family,
The way she faces problems,
The way she talks to other,
The way she cooks,
The way she fixes my clothes,
The way she texts me :)

Moreover,

Her thoughts,
Her passion,
Her faith,
Her struggle,
Her simple but creative ideas,

Her love; though it is unsaid, but I know definitely, she does.


Anyway, in a few days ago, she told me that my sister in law and her have just succeeded in taking the second prize of flower arrangement contest in my local state to celebrate the Kartini Day (21 April). Here it goes.. the picture!


So proud of you!

My gratitude to you, mom.
Selamat Hari Kartini :)



Kacamata gitta sends her best regards to her mom and all women throughout the universe.
Be proud of yourself, women! We are tough. :)
Lift your life as an inspiration for others.

Friday, April 15, 2011

I'm doing good!

Haha. Pretending I'm asked by you, 'how's your day going?' and I will answer it out loud, 'it's sooo GOOD!'

Yes. I'm very happy for the second month of my last semester (time flies!). Homesick and loneliness, still appear sometimes, but I just try to enjoy it! I talk to myself that maybe I could never feel this sort of 'syndromes' anymore in the future. So, why bother to be happy and enjoy the ups and downs? :) *BIG SMILE* Since, it would last in several months anyway. :|

My life is being delightful so far, with my regular activities; studying, doing assignments, having fun during weekends and making new friends! I'm still enjoying my days. Even when I walk from home to campus, feeling the cold breeze and/or sunshine (random weather = Melbourne), I just can put a bigger smile on my face and thank God for my life. Moreover when there's someone passing by, smiling and greeting me, it is such a great blessing for me! I'm so very glad when a friendly stranger talk to me, but not the annoying one. Because it happens sometimes, the drunken youths or men try to talk to you, a bit scary for me although they will not attack physically.

Okay then, just a little updates from me, to let you know that I'm doing good here!
Have to back to the assignment! (I'm lazy :p *oops*)

Cheers!

(thank God) Kacamata gitta is doing good. And HAPPY. Enjoying her last semester.

Wednesday, April 13, 2011

Potato chips

Potato chips adalah teman mengerjakan tugas yang sangat setia. Bahkan dia membuat saya ketagihan!! Taun lalu, tiap ngerjain tugas atau sebelum belajar, pasti gue ngechips dulu sampe kadang-kadang mulutnya berasa keasinan dan sampe pusing (kolesterol ya kayaknya?!). Gak baik banget buat kesehatan sih.

Taun ini, dari gue pertama kali menginjakkan kaki di tanah Melbourne, saya belum mengunyah potato chips sama sekali! Wihiy! Prestasi besar! :D

Karena sekarang ini masih masa PraPaskah, kalo di Katolik biasanya kami pantang tiap hari Rabu dan Jumat, misalnya pantang daging, rokok, jajan atau apapun 'ketergantungan' kita. Hehe. Dulu gue pernah puasa facebook, twitter, pokoknya internetan yang main2, dan banyak banget bolongnya. :p

Taun ini gue memutuskan (telat juga sih sebenernya mutusinnya, kira2 seminggu setelah awal prapaskah) untuk pantang potato chips.

Okeh, inilah foto chips yang menjadi andalan saya!


Sebenernya yang enak bukan rasa ini, ada lagi yang lebih nampol, rasa sweet chilli and sour cream. Nyammm! Tapi gue tak punya fotonya, ada foto isinya doang nih. Dan lebih menggiurkan... Simak di bawah ini! Slurrpppp.



Kembali ke pantang di masa prapaskah (sambil telen ludah liat gambar di atas) :S
Ternyata susah juga buat gue 40 hari menahan napsu makan chips!!! Dan ditambah lagi kesulitannya oleh satu cobaan dari seorang partner-in-crime gue di sini, tepatnya mungkin partner-in-class :p seorang classmate yang 'nyetanin' gue dengan godaan makan chips! Dia membelikan saya sekantong chips di bawah ini. Memang dia sungguh TERLALU!! Gue sudah berhasil menolak dibelikan Red Rock Deli berwarna merah itu, di kala dia malah dengan semena-mena membeli dua kantong untuk dirinya! Lalu, dia dengan sengaja dan baik hatinya, menyodorkan ini... Katanya ini bukan potato chips! Yahhh iyaaa siiiyyyyhhh...



Memang bukan Red Rock Deli, dan ini dari whole-grain tapi kan sama2 chips dan sama aja besar godaannya. Dan akhirnya, si chips ini harus saya kandangkan! Masukin lemari biar ga gue liat. Hehehehe! Katanya rasanya ga kalah dari Red Rock Deli, tapi masa pantang masih seminggu! Tahan Gitta.. Tahan... (Emang kurang ajar nih si classmate?!)

Sejauh ini, udah tanggal 13 April 2011, saya masih tahan! Tidak membuka kantong cemilan ini. Yippiey! Walau godaan datang tiap hari. Dan saya menggoda diri sendiri dengan ngepost blog ini. Haha.

Semangat Gitta!!

Kacamata gitta sedang tergoda, digoda dan menggoda diri sendiri. :p

Friday, April 8, 2011

Brunch

Saya mulai menyukai wisata kuliner 'brunch'. :D

Sarapan menjelang siang hari atau biasa disebut 'brunch' - breakfast+lunch mulai jadi hobi saya di sini. Hehe. Mumpung di sini, jadi rencananya mau kuliner brunch tiap minggu.

Mungkin awalnya kita berpikir, apa bedanya sama makan biasa, sarapan roti di rumah trus makan siang nasi pake telor misalnya. Ew, jadi kangen nasi uduk atau mie bangka!

Kenapa harus ngeluarin duit buat sarapan di luar?
Hmm.. Saya pun berpikir begitu, kenapa bule2 itu pada ngeluarin duit lumayan besar (bahkan bisa lebih mahal dari makan siang) cuma buat sarapan dan minum kopi.

Tapi, ya itu adalah culture mereka. Sejauh saya mengamati sampai saat ini, budaya di sini memang memperlihatkan kalau local people di sini emang suka duduk-duduk ngopi-ngopi dan nge-brunch, biasanya pulang jogging sama anjingnya hehe.

Bisa terlihat dari ramenya resto2 yang menyajikan sarapan kesiangan ini.

Dan saya pun.. Sebagai 'turis', turut menikmatinya.

Tujuannya sih cuma pengen mengeksplor dan ngerasain aja, tapi malah jadi cita-cita sendiri buat nyobain tempat2 sarapan selama masih di sini. :)

Dalam sebulan lebih berapa hari di sini, saya baru ketiga tempat brunch yang berbeda. Dan memang, ambience-nya terasa. Suasana nge-brunch nya itu. Hehe. Memiliki daya pikat tersendiri kalau saya bilang. Susah dijelaskan, tapi menyenangkan.

Mungkin karena suasananya dan juga dengan makanan yang jarang-jarang disantap di tanah air di jam-jam antara sarapan dan makan siang, makanya jadi ketagihan nge-brunch.

Hm.. Atau bahasa singkatnya.. Emang karena bukan budaya kita, makanya berasa unik dan beda aja. :))

Kacamata gitta is now enjoying brunch.


the best menu so far: toasted plain bagel with beetroot, ham, cheese and veggies + hot cappuccino

Monday, March 14, 2011

Gadis-gadis Di Sikat Botol Lantai Dua

Di tengah membaca study guide tentang menjadi menejer untuk dunia seni dan hiburan, gue tiba-tiba mendengar suara microwave dan suara air keran di tempat cuci piring. Dari sini lah gue berhasrat untuk bertutur kata tentang isi rumah 'kost' yang gue tempati untuk beberapa bulan ke depan. :D

Bottlebrush adalah nama rumah kami, rumah ini terdiri dari dua tingkat, di lantai satu ada 5 orang penghuni dan di lantai dua, di mana gue tinggal, ada 7 orang gadis hidup bersama. 7 orang gadis Asia; 2 orang Malaysia, 2 Indonesia, 1 India, 1 Korea, dan 1 Vietnam. Lantai 1 dan lantai 2 tidak menyatu, jadi tangganya di luar rumah, makanya gue tidak mengenal yang di lantai bawah.
Tempat di mana biasanya kami bertemu adalah dapur yang juga bersambungan dengan meja makan, sofa dan TV. Nah di sinilah biasanya terjadi kericuhan (baca: berantakan). Hahaha. Tapi untuk semester ini, salah satu dari mereka ternyata ada yang bersih banget. Tadi siang gue liat, habis masak, dia ga lupa lap kompornya. Very nice girl!

Dari antara mereka, gue lah yang paling tuir, trus kayaknya gue paling ansos, hahaha. Jarang keluar kamar selain masak, mandi, makan dan cuci piring. Satu hosmet gue pernah nanya "ke mana aja lo kok ga keliatan belakangan ini, di kamar terus ya?" (pake bahasa Inggris) :D jadi merasa diperhatikan. Sejak itu gue jadi mulai makan di meja makan nih, biasanya abis masak gue bawa ke dalem kamar. Hahaha. Trus sekarang gue mulai mau sering-sering menampakkan diri deh. Biar eksis. :p

Awalnya gue punya kesan buruk sama si hosmet dari negara I (bukan Indo), gue pikir dia tukang minta-minta makanan dsb, udah gitu suka berisik, tapi pas gue nyampe pertama kali aja, dia bantuin gue banget, trus ya dia itu yang nanya gue kenapa di kamar terus. Hehehe. Ternyata dia perhatian sekali. Memang ya, kita yang berasal dari berbagai negara itu memiliki budaya masing-masing makanya di situlah gue belajar buat toleransi dan saling memahami satu sama lain.
Terus, hosmet dari negara V, dia itu 'ngasal' banget, (pernah suatu kali dia lagi ke kamar gue, duduk di kasur, main angkat kaki aja di atas kasur huaa) tapi dia lah yang paling ramah dan sering nangkring di depan TV. Bahkan waktu awal gue dateng minggu lalu, gue merasa dia rajin bener nonton drama seri Korea. Haha. Ternyata, dia itu bosen, trus sempet minta film yang gue bawa dari Indo, tapi sayang, ga bisa ditransfer ke laptopnya. :(
Salah satu hosmet dari negara M, dia yang agak pendiam tapi dia yang paling rapih dan bersih. Masih jarang ketemu dan ngobrol sih.
Sesama dari negara I, teman sebangsa dan setanah air, hehe.. Seorang gadis 17 tahun yang sangat dewasa.
Hosmet dari negara K, dia yang dulu pas awal dateng masih bingung banget dan sempet gue anterin buat belanja barang2 pokok, dan sekarang dia sudah pintar sepertinya :D. Gadis ini imut dan lucu.
Oya, 1 hosmet lagi dari negara M, hmmm dia juga orang yang baik2 saja dan menyenangkan.

Overall, semua baik-baik aja yah. Walaupun ya ada beberapa hal yang kadang ngeselin, kayak kulkas berantakan, makanan2 bekas masak banyak yang nempel di kompor, panci2 ditinggal belom dicuci, dsb. Tapi ya, balik lagi aja ke masing-masing dan lama-lama udah biasa aja dengan hal ini. Dan kalo emang pas liat, ya dibersiin sendiri aja. Emang perbedaan dari tindakan mereka itu bisa bikin kita melongo, contoh, masakan dari negara I (bukan Indo) yang sedep banget baunyaa, trus misalnya, salah satu dari mereka ada yang ngelap mayones yang agak beleber di ujung botol dengan lidahnya (*ouch), dsb.

Melihat karakter mereka satu-satu, gue jadi merasa sangat belajar untuk menghargai perbedaan. Menghargai perbedaan budaya dan juga karakter masing-masing orang. Di saat ada kesempatan tinggal bareng, di situlah gue bisa mengenal cara hidup mereka, bahkan cara makan mereka. :D

Okay, stop blogging. Back to reading!!

Kacamata gitta bersyukur bisa mendapat pengalaman ini!

Wednesday, March 9, 2011

I'm in the mood for love!

Haha! Seinget gue, kayaknya jarang banget dan bahkan hampir ga pernah ya nulis soal cinta. *berpikir kenapa* hehehe.. Maksudnya ngomongin tentang cinta terhadap lawan jenis, tentang apa yang sedang gue pikirkan atau rasakan tentang seseorang. (Cah-elah).

Hari ini, pagi ini, tiba-tiba dateng mood buat ngobrolin tentang cinta di blog (beneran tadi bangun2 hal pertama yang kepikir itu *kalo ga salah inget* hehe), padahal ga lagi jatuh cinta lho, lagi deket sama seseorang pun engga. Cuma pengen nge-review aja tentang cinta. :D

Oke, gue ga mau ngebahas satu-satu gebetan gue sih atau percintaan yang gagal, dilema atau apa lah, tapi cuma pengen ngebahas sesuatu tentang cinta, yaitu misterinya. Haha *mulai gak jelas* Dan mulai merinding dengan kata 'misteri'.

Perasaan suka sama seseorang, terus kepikiran, terus pengen deket, hal-hal kayak gitu pasti pernah dialami dong, dari mulai awal puber sampe sekarang. Dari jaman dulu yang cuma suka-sukaan doang dan seneng banget bisa ketemu di sekolah sampe jaman sekarang yang kalo suka trus deket sama orang mulai dipikirin gimana masa depannya. Bukan lagi mencari cowok yang bisa bikin deg-deg-an doang tapi mencari pasangan hidup yang bakal nemenin untuk jangka panjang. Haha. 'jangka panjang' I love that words! :p

Orang pun beda-beda dalam mengekspresikan perasaannya itu. Dan gue adalah orang yang tanpa ekspresi dalam hal ini. Haha.

Kembali ke misteri, kembali ke pencarian cinta (jadi nyari apa nunggu?) haha. Ora et labora aja katanya (artinya apaan sih?). Tapi kan kalo perempewi katanya kodratnya nunggu pangeran berkuda putihnya menjemput. :p Oke kalo gitu gue akan menunggu sang pangeran deh di Burwood. Kalo dalam 4 bulan ke depan ga dateng-dateng yaudah nanti tempat nunggunya harus diganti deh. Haha.

Jadi ini gue sebenernya lagi nulis tentang apa? Awkward.

Ga ada intinya. Cuma pengen nulis tentang misteri cinta tapi sulit dideskripsikan malah jadinya kok terkesan ngelawak yah. Hehe.

Yah tertipu deh yang baca judulnya dan berharap gue sedang menulis hal yang dalem. :p But I do mean the title, for whatever the reason is, I'm in the mood for love!

Kacamata gitta kok jadi ga jelas. Pasti gara-gara cinta. *halaaah*

Tuesday, March 8, 2011

A Greeting From My New Room

Hello there,

I stay at the same house as last year but different room right now. First I came here, I was welcomed by the allergy (eww the itchiness were sooo horrible!) and continued by cold, fever and sore throat which made some people worried about me. Such a great greeting from my new room! :D

But now, I'm feeling so much better!

By the way, I still have to clean up my room as there are many messy stuff around. I was trying to tidy them up but unfortunately my body needed more rest.

Well actually, two days ago I might be too excited being here. So, though I was too tired by my early arrival and moving in things, I still forced myself to go out and did not keep my own health properly, plus, lack of rest and healthy food. And here it goes the result.. I'm sick.

I was upset yesterday because of the sickness I had, but the pleasant thing I can see is, there are so much love and care from my friends and family who concerned with me. Thank you very much my dearestss!

Alright, my trimester has been started and I'm ready to go with it!
I'll do my best for my last study journey, hope everything goes right and I'll enjoy it much!

Anyway, I'm good here, buddies! :)

Kacamata gitta greets you from her new comfy room!

Sunday, March 6, 2011

Please welcome the new spectacles of me!

It comes to be true that renewing your looks or style can surprisingly boost your mood! That's the reason why I chose this kind of look to express my thoughts more lively.

Everything changes. And everyone does as well.

This is the new look of Kacamata Gitta.
This is the new way of thinking to my perception.
This is the new life of mine.

I'll be posting some more stories later as it gets too late to work with the brain at this hour (1.00 AM already in here :D).

Kacamata gitta has changed. :) Talk to you later, folks!

Wednesday, February 23, 2011

2011 must be happier!

Alright, after I read my older posts within 2010, I found them miserable, but I was like pretending to be still happy. :) Nice try to move on but not a good way to change the mood, actually.

However, I promise to make delightful stories this year!

Kacamata gitta is getting up!

Di Penghujung Liburan

"4 bulan liburan??? 4 bulaann?? Gilaaa enak banget luuuuuuuuuu!!!"
Pertanyaan selanjutnya: "Terus, ngapain ajaa???"
Jawab: "Hehe.. Ngapain yaaaaaa?"

Jujur, saya sempat stress sendiri dengan keadaan di mana semua orang sibuk dan saya libur, berleha-leha dan sangat menikmati hidup. (Katanya sih begitu)
Tapi, memangnya apa arti 'menikmati hidup'? Menikmati kesenangan, menikmati hiburan atau menikmati liburan? :D

Bukannya mau membenarkan diri dengan apa yang saya dapat dari liburan 4 bulan ini, tapi memang berbeda rasanya dengan liburan-liburan yang pernah saya rasakan sepanjang hidup. Biasanya, kalau liburan isinya santai-santai, merasa terbebas dari rutinitas atau pelajaran, terus pas menjelang masuk lagi ke rutinitas, rasanya malaassss banget. Tapi kali ini saya malah sangat semangat menjelang kembalinya ke rutinitas dan petualangan baru di semester baru! Yeay! Terus, saya pun jadi semangat kembali ke negeri itu, padahal tahun lalu, nangis-nangis pengen cepet-cepet pulang.

Boleh dibilang liburan ini bukan liburan tapi lebih sebagai 'recharging process' untuk diri sendiri, 'love and care giving' untuk orang lain dan terlebih 'my reconciliating process' dengan Tuhan. :)

Kalau saya simpulkan dengan kata-kata bagus, kira-kira liburan ini membuat saya mengalami tiga hal berikut:

Body and Mind Recharging
Dari 8 bulan merasa hidup ga enak karena shock dengan keadaan baru, ga pernah tinggal sendiri, ga pernah belajar pake bahasa Inggris, ga pernah belajar dengan banyak baca, dengan banyak nulis, bahkan tugas pun berupa tulisan tulisan dan tulisan. Belom lagi ditambah dengan kestressan tentang masa depan. Hehe. Akumulasi 'kelelahan'nya bukan cuma dari pengalaman sekolah baru itu tapi juga mungkin dari proses pendewasaan juga (pencarian jati diri kali ya) yang berlangsung dalam beberapa tahun belakangan.
Nah, dengan adanya kesempatan liburan, saya jadi punya super banyak waktu buat berpikir lebih jernih, buat merasakan dan mengumpulkan lagi semangat baru dalam mencari 'passion' (mungkin bisa dikatakan seperti itu).

Selain itu, saya pun jadi bisa memperbaiki rutinitas tidak sehat dengan tidur cukup, makan cukup dan terlebih lagi.. Olahraga! Ga nyangka, saya bisa (agak rajin) olahraga hehe. Walaupun belakangan jadi agak berkurang sih sebenernya, banyak bolongnya. Tapi mulai merasakan manfaatnya, jadi lebih gampang dan cepat bergeraknya. :D

Love and Care Giving
Berkat lama di luar rumah dan sekarang jadi lama liburan, saya jadi mengerti dan tambah berasa kalau keluarga itu sayang banget sama kita. Orang-orang terdekat, teman-teman misalnya, mereka juga sangat perhatian.

Saya senang dan kadang bahkan tercengang ketika melihat orang-orang rumah yang suka repot sendiri nyari makanan ketika saya lagi 'ngidamin' :p
Saya juga senang ketika ada teman-teman yang tanya "kapan bisa ketemuan?"
Walau kadang rasanya jadi pengacara (pengangguran banyak acara) buat ketemu si ini si itu lelah juga, dan kadang malah kalau ketemu orang-orang jadi stress karena mendengar cerita-cerita mereka yang sudah jadi ini dan jadi itu. Tapi ada arti di balik kata 'bersosialisasi' ini, yaitu kita ada untuk mereka dan mereka pun ada untuk kita. Artinya kita masih punya banyak orang-orang yang sayang dan perhatian.

Saya juga sangat senang ketika bisa bermanfaat untuk orang lain ataupun keluarga. Walau dalam hal kecil. Misalnya, jadi 'supir' untuk keluarga di saat dibutuhkan. Mungkin ini hal kecil yang cukup berkesan buat saya, ketika saya bisa memberikan waktu untuk kebutuhan mereka.

Di liburan ini juga, saya bisa membantu dua teman dekat saya dalam persiapan pernikahan mereka. Sangat menyenangkan!

Reconciliating with God
Entah bagaimana dan entah karena apa, saya merasa di waktu-waktu dalam 4 bulan ini seperti ret-ret untuk hidup beberapa tahun ke depan. Banyak hal yang terjadi menyangkut hal iman. Banyak hal yang diingatkan Tuhan untuk kehidupan saya. Mungkin di beberapa tahun/bulan belakangan ada banyak hal yang saya lupakan tentang kasih Tuhan, tapi setelah banyak hal terlewati dari mulai kesedihan, kegagalan sampai kegembiraan luar biasa.

Banyak pelajaran yang Tuhan titipkan melalui kejadian-kejadian yang menyakitkan dari mulai kehilangan kepercayaan diri sampai kisah drama keluarga, tapi semuanya berakhir dengan sebuah makna indah yang (puji Tuhan) bisa saya mengerti. Semoga segala maknanya akan saya pegang selalu dan tak akan terlupakan.

Selain itu, kejadian-kejadian menyenangkan pun Tuhan berikan sebagai bonus untuk memberikan warna keceriaan! :)

Ada satu hal lagi yang menurut saya ini memang harus dibenahi. Hati, ya, Tuhan memberikan saya waktu untuk menyembuhkan hati, menyiapkan hati dan membesarkan hati untuk berjalan lebih tegap lagi.

---

Masih berpikir 4 bulan adalah waktu yang sangat lama untuk 'terbuang', kenapa ga dimanfaatkan aja dengan.. internship misalnya, atau kerja atau les sesuatu, tapi apa iya terbuang? Jawabannya, tidak. Saya merasa tidak ada yang sia-sia dan hari-hari dalam liburan pun selalu terisi bahkan dengan pengalaman baru, intinya dari segala aktivitas selama 4 bulan ini, syukurlah belum ada yang membosankan.

Ya, kira-kira begitulah kalau mau dirangkum dengan kata-kata. Apa yang saya dapatkan bukan sekedar senang-senang dan aktivitas, tapi.. makna.

Sekarang, saya lebih dari siap untuk menghadapi petualangan baru kembali di negeri seberang, menghadapi ke'hectic'an, dengan cara dan semangat baru. Semua pasti akan dijalani dengan lebih menyenangkan, ketika hati saya sudah kembali.. ceria! :D

Kacamata gitta melihat liburan ini akan berakhir sebentar lagi dan mulai semangat menjelang petualangan baru!

Monday, January 3, 2011

Hidup?

Bingung.
Bimbang.
Merasa aneh.
Merasa gila.

Terkadang ada hal-hal yang tidak terdefinisikan dengan baik, bahkan tidak bisa dianalisa, hanya dirasa dengan perasaan yang juga aneh. Sempat berpikir begitu lama akan sebuah misteri, mungkin bisa diistilahkan seperti itu.

Menjalani hidup dengan sebaik-baiknya, seefektif dan seefisien mungkin. Mungkin itu maksud dari segala pertanyaan dan tanda tanya besar yang sering melingkupi hidup.

Entah apa yang sebaiknya atau pun seharusnya dijalankan agar segala sesuatunya bisa berjalan mulus, tapi kalau semua mulus, pasti hidup pun tidak seru lagi. Dan kalau semua rumit, hidup pun menjadi terasa tak menyenangkan.

Tapi tenang, hidup akan terus berjalan walaupun kadang ingin sekali berhenti sejenak dari perjalanannya. Jadi, daripada buang waktu untuk hal yang tak terdefinisikan, lebih baik dijalankan apa yang seharusnya dikerjakan sambil menunggu sesuatu yang kita pertanyakan itu memperlihatkan sedikit jawabannya.

Dan juga, jangan lupa kalau Yang Di Atas selalu memiliki jawaban indah. Jadi, jalani dan hadapi sambil berpegang.

Mungkin tulisan ini membingungkan.

Ya, begitulah.
Cara menjalani hidup memang terkadang membingungkan, tapi kebingungan itu akan diakhiri dengan sebuah makna besar yang disimpulkan sebagai pelajaran hidup.

Kacamata gitta melihat suatu tanda tanya besar di hadapannya.

2010 was good and 2011 will be better

Great time I had within 2010 and I enjoy every moment that I have been through, I love the journey of my happiness and sadness in life. I am so grateful for every lesson I learned from my experiences, the changes of my perspectives, my circumstances and myself, and the process of growing up.

I could say that those all are tough enough.

I would say that everything was hurtful but special and I am happy for it, eventually.


However, by the end of 2010, I am able to feel the fullest of happiness and it does brighten up my smile lately. Being around of my family, my closest friends and the dearest people in my life is the greatest gift that can be felt in every season. Besides, I have learned the lesson of living this life better. I thank God for every single thing.

Today, on the second day of January 2011, I am wondering, what will happen next throughout the year. Hope everything runs well and I can catch my hopes, moreover, my dreams.

God still leads my way, He always be here, be in my everyday life.

God, please let me easily understand Your direction :)

Kacamata gitta is hoping and believing for a much more better 2011.

Tuesday, November 16, 2010

Hello From Home!

Hello!! I'm so happy being here at my home sweet home!! Since for me, home does not mean only my parents' house with my family members but also my circumstances here around Tangerang-Jakarta with my life, friends and the people surround.

Okay, let me begin with my amazing experience of going back home from Melbourne. Definitely, I had such a great experience as my flight to come back home was cancelled. That was a very miserable moment when I saw the big board at the airport which said that "GA 717 Melbourne-Jakarta: CANCELLED". I just can stop walking and kept thinking that I would have another way to go to Jakarta, whatever it should be. However, sadly, the officer said that I had to stay in Melbourne and should wait for the next flight, which was on the next two days. My oh my! The first thought that came on my mind was... Disappointed! Because I was so excited to come home but I had to wait again for two days?! NOO!! Since I have packed all my stuff and told everyone that I'll be home on Monday, 25 October 2010 at 13.20 WIB but all of the excitements should be postponed?? NOOOO!!! The officer asked me to choose either Wednesday or Thursday flight, but I could not say anything at that moment. Then he gave me time to think and I was begging to have another flight to Jakarta if possible. I went back to him twice to ask the same question, 'is there any other flight to Jakarta?' but he said no, all flight were busy (I'm sure it was just a trick, to minimize passengers who were willing to get another flight). By a bit forcing him, I luckily got Qantas flight to Jakarta! They transferred me to Qantas without any other charge. Yippiey!! *tears* and for your information, there is no direct Melbourne-Jakarta flight by Qantas, so I should take the domestic flight to Sydney first and continued with the international flight to Jakarta. It was a bit more tiring, as a direct flight by Garuda will only take 5 hours and 30 minutes, but by Qantas, I had to spend 11 hours on board. Fortunately, I flew home with three new friends, big hug and thanks to Tante Mira, Ismail and Amelia. I had a great time with you all!! I had a sweet, nice, unforgettable experience and talks with them!
Finally I arrived home at 20.00 WIB. So grateful for that!

So, all I have done within these three weeks at home are all exciting! I'm happy, by meeting my family and friends, with lots of laugh and love! Moreover, FOOD!! I'm so happy with Indonesian food!

I love my country, though since I touched down Jakarta, disasters came around. I was welcomed by flood and traffic on my arrival, but luckily, because I live in Tangerang so I should not go through the most horrible traffic jam on that Monday as many Jakartans spent like four hours and more to arrive home. Besides, on the next day, tsunami and erruption occured in Mentawai and Merapi. Disasters happened at the very same time, and I believe that Indonesia should pass these all and be tougher than today.

Anyway, just updating what I normally do in my everyday life, hmm I cannot say that I have nothing to do but everything runs well (let me tell you the other story on the next post later about what I did lately :p). I love my today's life on this 'holiday' (is it holiday or what? haha) with the activities I love so much.

I love love love being home!!


Kacamata gitta sees happiness through her family and friends! Love her home!

Monday, October 4, 2010

Masakan Mama

Kangen masakan Mama.
Di sini memang menyenangkan, bisa belajar macem-macem. Seneng bisa belajar masak juga. Masak yang gampang-gampang sih ga pake repot yang penting perut kenyang.

Tiba-tiba terlintas di kepala, enak banget kalo di rumah, tiap hari makanan udah disediain, tinggal nyendok, nyantap, terus piring kotor pun tinggal dicuciin si mbak. Hal yang kelihatannya sederhana ini memang sebenarnya bisa dikerjakan sendiri, ya untuk perut sendiri. Sampai saat ini saya masih cukup kenyang dan makan teratur. Patut disyukuri. :D

Cuma cukup berasa pas masa-masa ujian kayak gini, jadi flashback dan merenung sendiri, betapa berharganya hal yang kelihatannya sederhana itu.

Beberapa hari lalu saya mencoba masak buat stok makanan kurang lebih cukup untuk seminggu ke depan. Rasanya.. L-E-L-A-H. Tapi senang pas udah punya makanan. Jadi merenungi, mensyukuri dan menyadari kalau jadi ibu rumah tangga itu melelahkan sekali dan sungguh tidak mudah. Udah gitu, saya termasuk anak yang ga pernah bantuin Mamanya masak atau ngurus rumah pula. Jadi merasa bersalah. :p

Masakan saya sendiri sih kalo dibanding masakan Mama nilainya masih 5 dari 10. Itu juga satu hal yang bikin merenung lagi. Merasa kok kayaknya dengan gampangnya saya bilang "kok ini ga enak sih, Ma" Sementara.. Emang gampang masaknya.. Padahal yang dibilang kurang di masakan Mama masih lebih enak dari masakan sendiri. :)

Saya jadi kagum sama para ibu rumah tangga yang mendedikasikan dirinya untuk mengurus keluarga. Hal yang benar-benar mengagumkan!

Kacamata-gitta melihat hal luar biasa dari senyum sederhana seorang Mama.


Monday, September 27, 2010

Happy, after all.

It is going to be the seventh month I am living this new 'season' of my life though it is still a short time for learning and adjusting a new culture.
Next month, I will go back to my lovely home country for a couple months and continue this journey back here again afterwards.
Recently, I feel like this is my 'peak' days of studying and doing my final assignments. Horrible, but I would say that it will be fun though! :D

Just a bit update of my latest condition here, I am in the middle of a stressful mind. Those assignments and one exam are successfully overwhelming myself.
I know, I would be fine at the end. *Hopefully!* But struggling with those is something that makes me going crazy. Haha!

Anyway, these thoughts just came up on my mind and surely help me to be relax. :)

I am happy doing all these things.
I am happy enjoying this new way of life.
I am happy meeting new friends from other countries.
I am happy learning the new way of studying.
I am happy experiencing failures and trying to be tough.
I am happy suffering the crisis of my own self.
I am happy knowing different places, different people, different perception, different culture.
I am happy inhaling this new atmosphere around here.

I am happy, after all.

And I am looking forward to see what will happen next; here, there and everywhere.

Cheers!

Kacamata gitta recognise that learning something new is pleasing.

Friday, September 17, 2010

Wait, this is not the end of my world!

Yes, that is true, 'this is not the end of my world'. This world is soooo amazingly broad and too difficult to be seen in just a glance. But our world, or better to say, my world, is just the smallest part of the entire universe.
Obviously.

Here, in my new experience as an 'international student', I had been so disappointed when I felt that I cannot be (at least) the same or good or more than that, the best among everyone else. It is maybe just a wish for me. This situation had dropped me down, particularly my self-esteem, as I sensed that my circumstances are not supporting me in some ways. But it is possibly just my thoughts, and it could be wrong because I have not made myself well understood with this new way of living.

One of the example is, I cannot feel convenient with my new class environments, when people were talking and they seem so sophisticated by their words. Moreover, it was being worse, when I totally had no idea with the subjects. It is looked so simple and might be a stupid thing. But that was... sooo miserable for me.

After a long desperation time, I had a new inspiration.

Today, I suddenly feel better, I believe, by passing this sort of situation, I will get more strengths to survive this world. Forget all ambitions to be the top ten, three, or the very highest top number one, but be ready to be the lowest among others. Feel great to be looked odd from the majority. Still, try as hard as I can to achieve the best of me. It might be not acceptable to different people with different ways of thinking, but going straightforward and making an effort with plenty of failures are not immoral acts. They are worth trying.
I realised that failures, shame, fear, worries, are always staying around me until I kick them away. I felt so bad when I realised that I am a loser. But I learned, again and again, those are the great lesson, not to be hidden, or to be walked away from, but to be going on with life as I try not to interpret those such weaknesses but as pathways to move forward myself from my 'comfort zone'.
Secondly, I realised that by being weak, failed or lose, it makes me trying harder, accept and be grateful of every single thing I have and respect others better. And instantly I remember that I am no one before I have granted the great strengths from Above.

Okay, now, the lesson I learned the most is, this is only the second or the third chapter of my life and I still have a looooonnnnggg way to go. That was a step, leading me to be a better person to live this good life.

I thank God, for many failures I have, as of the things, I am able to open my own self, my sights, my thoughts, and try everything again better.

Kacamata gitta is going to change her insights, by having a new pair of spectacles and thought that today is the perfect time to start moving on with better ways of life.

Tuesday, September 14, 2010

Lights

Everything has just been going all right and I learned that accepting every single happiness or sadness throughout my life is so beautiful.

They are all such priceless experiences, growing me up.

One thing I want to say is, keep going on in everything you have to face with.

Life is naturally light, not as hard as I think, thus I try not to think too much when I go through the good or bad. Keep it simple, not complicated though it is probably looked too complex when I see it through my eyes. But after I hear everything with my heart, and I see a thing with my brain, those complicated things seem okay.

Remember that I have colours within my life. I cannot colour it with yellow, green and red only, because by combining those with blue or grey and sometimes black, it makes my scenery of life more wonderful.

Broaden the way I think, and not afraid to fail.
Run my life lightly, enjoy every season and keep doing the colour experiment.
Never put any highest expectation, but do dreaming.
Laughing and crying out loud as if it is needed.
Love everything, everyone, every time.

Be grateful.

Kacamata gitta is trying to have a light life.

Saturday, September 11, 2010

Yes, I have to say that He always be GREAT in every season

It might be sounded too religious or something you may name it, when you see anyone who always talks about God in every way they do. And extremely I did, and hope I will always do. Well, it does basically not for expressing that I am better than anyone else but it is as simple as I am trying to thank for what I have. I am not an angel or a saint wannabe, but I believe that my life is happened only by His grace, therefore, giving thanks to The Creator will definitely be the easiest response to all of His blessing. It is such a spiritual booster for me, by which upping myself when I am in the state of deeply depressing.

Here in Melbourne, I turn out that my life is totally changed. I have no idea about what the reason is. All I can sense are mostly worries, sadness, difficulties and bad feelings. Indeed, I have happiness and I enjoy living here, with the new environment, new friends, and so on, but my heart cannot hide some sorrow. I sometimes sick of them, I really really want to be able to get out of this situation but failed in many times. However, magically, God always keeps His promise of taking care of us. He never fails.

It is easier to be grateful when I am happy and I can do anything which I want to do, but it becomes this hard when I am in the middle of crisis. Blaming myself, others, situation and then losing my interest to talk to Him anymore, disappointed with myself, of my entire life, from the past until today, these have surrounded my life here. Tears were directly becoming my best friend. I have no passion to do anything, even to meet or chat with people. That was the hardships I should face. A problem with me, myself. I was looking for help from anywhere, from any new activities or new friends, but could not find one better than this. I just realised that I will not be able to pass the misery without asking our Great Saviour to provide the new strength. Even by just thinking of His goodness, we can reflect that this life is too beautiful to be thrown away.

He is so wonderful and will be that great in every time, every where. I know that He unfailingly loves us. When we pray to have a better life or just whispering our gratitude for the smallest thing happened in our life, right there, He hears us, He smiles and gives us a hug. But as a human, I sometimes fail to see and feel it.

I find my life is still such a mystery. There are many things happened, come and go away, and I cannot understand them well. By keeping my belief in His kindness and love, I can live my life until these days and try to understand every smile or cry. Tears and laugh are blessing and eventually we can stand and accept every single tough condition throughout our lives.

Believe me, God's love never hurts.
A true best friend He is, not only in need, but indeed!

Kacamata gitta believes that the truly gratitude is came when we can face the hardships by realising that God does not just stand beside us but He does walk us through our journeys.